Jumat, 28 November 2008

Nulis lagiii


Akhir-akhir ini rasanya saya jd manusia paling malas & paling bodoh sedunia! Kerjaan yang sebenarnya dari dulu juga itu-itu juga rasanya kok jadi buanyak sekali. Padahal setahun yang lalu saya sendirian di sini, dan semuanya beres bahkan masih sempat aktif nulis dan posting2 di blog. Sekarang, saya dibantu seorang teman. Tapi yang terjadi saya terlalu tergantung sama dia, mengandalkan dia. Hasilnya, sekarang dia lebih pintar dari saya .

Beberapa hari yang lalu seorang teman, kaka tingkat pas kuliah ngasih tahu klo barusan post comment di blog ini. Saya jadi tersentak, knp saya ga tahu?

Rasanya pingin nangis, saya begitu 'menikmati' kemalasan dalam situasi yang nyaman.

Hari ini, 1 Dzulhijjah 1429 H, saya canangkan untuk kembali seperti dulu lagi!

Selasa, 26 Agustus 2008

Kondisi Finansial Rasulullah

Benarkah Rasulullah miskin?
Saya sudah lama ingin menulis artikel ini, tapi baru sempat sekarang. Biasa (sok) sibuk he he. Selama ini kita sering membaca biografi Rasulullah Muhammad saw yang makannya hanya roti, jarang beliau makan daging, juga beliau pernah puasa sampai tiga hari karena tidak ada makanan di rumah beliau. Beliau juga menambal bajunya sendiri dan tidak malu memakai baju tambalan. Tempat tidur juga hanya dari pelepah korma kasar sampai kalau bangun tidur membekas di pipi. Dari kondisi tersebut kesan yang kita tangkap kemudian seringkali adalah bahwa beliau miskin. Padahal yang sebenarnya tidak demikian, Rasulullah adalah orang yang sangat kaya. Kenapa saya berani bilang "sangat"? Mungkin tidak banyak orang yang tahu kalau mas kawin Rasulullah waktu menikah dengan Khadijah adalah 100 ekor unta. Kalau dikurskan dengan nilai sekarang, jika seekor unta harganya 5 juta maka mas kawin Rasulullah jumlahnya 500 juta. Bukankah hanya orang yang sangat kaya yang mampu memberikan mas kawin sebesar itu? Pada haji wada' Rasulullah juga kembali menyembelih 100 ekor unta, yang seekor bahkan disembelih oleh Rasulullah sendiri.

Rasulullah adalah seorang entrepeneur sejati.
Rasulullah sudah menggembala kambing sejak masih kecil. Pada usia 9 tahun (menurut riwayat lain 12 tahun) beliau sudah diajak pamannya Abu Thalib mengikuti kafilah saudagar berdagang ke negeri Syiria. Pada usia 20 beliau sudah dipercaya membawa barang dagangan sendiri ke negeri Syam, Syiria, dan lain-lain. Mungkin kita mendengar biasa saja kisah tersebut, seperti juga saya dulu merasa biasa mendengarnya. Tapi coba kita telaah lebih dalam dengan membandingkan kondisi jaman sekarang. Sekarang ini kalau seseorang melakukan perdagangan antar negara, bukankah berarti dia itu seorang eksportir/importir? Mari kita bayangkan bersama, saat ini ada berapa anak-anak berusia 9 tahun yang bepergian keluar negeri untuk belajar berdagang? Kalau yang bepergian untuk rekreasi atau tamasya sih banyak dan tidak istimewa sama sekali. Tapi nabi pergi pada usia sedini itu untuk belajar berdagang!

Mari kita lanjutkan imajinasi kita. Pada usia 20 tahun nabi telah dipercaya dan berpengalaman melakukan perdagangan antar negara. Sekali lagi, ada berapa banyak pemuda berusia 20 tahun yang telah "berpengalaman" dalam ekspor impor? Saya beri penekanan pada kata berpengalaman karena saat ini juga ada pemuda yang melakukan perdagangan antar negara namun masih dalam taraf belajar. Dan itupun jumlahnya tidak banyak! Pada usia sekian bahkan masih sangat banyak yang kuliah dengan mengandalkan pasokan biaya dari orang tua.

Pada usia 25 tahun, Rasulullah sudah menjadi kepercayaan Khadijah. Dikomparasikan dengan kondisi sekarang, bukankan itu sama dengan posisi "Vice President"? Sekali lagi, ada berapa gelintir pemuda berusia 25 tahun yang sudah menjadi vice president perusahaan multi nasional? Tidak banyak bukan? Dalam posisi demikian, mustahil Rasulullah berpenghasilan kecil.

Kehidupan sehari-hari Rasulullah
Pola hidup sehari-hari Rasulullah sebenarnya juga mencerminkan bahwa beliau adalah orang yang cukup secara ekonomi. Beliau rutin meminum madu minimal 1 sendok setiap hari. Makanan kesukaan beliau adalah kurma ajwa, yang harganya (sekarang) antara 500 - 600 ribu rupiah per kg. Kalau kita di Indonesia berzakat fitrah dengan beras 2,5 kg atau kurang lebih setara 15 ribu rupiah, maka zakat fitrah rasulullah adalah 2,5 kg kurma yang biasa dimakan beliau yaitu kurma ajwa. Berarti zakat beliau setara 1 juta 250 ribu rupiah! Bandingkan perbedaannya dengan zakat fitrah kita. Beliau sangat rajin bersodaqoh dan tidak ada kisah yang menyebutkan beliau mempunyai hutang. Kalau ada tamu, jamuan yang diberikan selalu lebih dari cukup dan hal tersebut pernah dikisahkan oleh tamu beliau. Beliau juga mampu mencukupi kehidupan istri-istri beliau yang lebih dari satu dan tidak ada satu kisahpun yang menceritakan ada istri beliau yang bekerja mencari nafkah tambahan.

Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah Rasulullah tidak miskin tapi beliau memilih gaya hidup sederhana, dimana hartanya lebih banyak digunakan untuk perjuangan agama daripada hidup bermewah-mewah. Beliau tidak bisa makan enak sedangkan ada kaum muslimin yang kelaparan. Sang Al-Amin mencintai ummatnya lebih dari dirinya sendiri. Mengutip penuturan muballigh kondang ustadz Zainuddin MZ, ada satu doa yang sering di panjatkan Rasulullah: "Ya Allah, hidupkan aku dalam kondisi miskin, matikanlah aku dalam kondisi miskin, dan kumpulkanlah aku di akhirat dengan orang-orang mskin". Tidak mungkin seorang yang miskin memanjatkan doa seperti itu bukan? Saatnya kita belajar meneladani gaya hidup manusia paling mulia tersebut, semoga Allah mencatatnya sebagai amal ibadah, amin.

Senin, 31 Maret 2008

Gaji Yang Tak Jelas*

Gaji Yang Tak Jelas*

Hari itu Sulaiman bin Ja’far Al-Ja’fari bersama-sama Imam Ridha, keluar untuk suatu keperluan. Menjelang malam, Imam mengajaknya datang dan menginap di rumah.

Setibanya disana, Imam melihat pegawai-pegawainya tengah sibuk membatik. Nampak pula diantara mereka seorang asing yang tidak dikenal.

“Siapa dia?” tanya Imam kepada para pegawainya.
“Seorang buruh yang kami ambil dan diupah,” jawab mereka.
“Baik! Berapa upah yang kalian tentukan untuknya?”
“Nanti akan kami berikan seberapa yang dia rela.”

Kemarahan nampak di wajah Imam. Dia pergi mengambil cambuk untuk mengajar kecerobohan pegawai-pegawainya. Sulaiman berkata, “Imam, kenapa Anda harus marah?”

“Telah berkali-kali kukatakan kepada mereka agar jangan mengupah seseorang selagi imbalan gajinya belum ditentukan. Pertama-tama tentukan dahulu upahnya, baru kemudian dia bekerja. Kalau gaji seseorang telah ditentukan sebelumnya, kalaupun akan ditambah dengan uang ekstra tidaklah apa-apa; dan dia, pada gilirannya, akan sangat berterima kasih atas itu. Disamping itu hubungan kalian akan bertambah erat, dan dia akan sangat menyukai kalian.”

“Seandainya kalian tetap hanya memberikan upah sekadar upah yang telah ditentukan sebelumnya, dia pun masih akan rela menerimanya. Ini berbeda dengan seseorang yang bekerja tanpa mengetahui gaji yang akan diterimanya. Karena seberapa banyak yang kalian berikan kepadanya, dia tetap tak akan percaya bahwa itu adalah hadiah dari kalian, bahkan dia menduga bahwa kalian telah memberi upah lebih sedikit dari yang seharusnya dia terima.”

*Bikhar Al-Anwar, jilid XII, hal 31
(Dikutip dari Kisah Sejuta Hikmah, oleh Murtadha Muthahhari, terbitan Pustaka Hidayah)

Benarkah Quran Menetapkan Bahwa Matahari Mengelilingi Bumi?

Benarkah Quran Menetapkan Bahwa Matahari Mengelilingi Bumi?

eramuslim-Senin, 31 Mar 08 07:54 WIB

Kirim teman

Saya membaca fatwa ulama yaitu Syeikh Utsaimin yang menegaskan bahwa zhahir ayat Quran mengatakan bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Pandangan ini menurut beliau berdasarkan banyak ayat Quran, sehingga kita tidak boleh berpandangan sebaliknya bahwa bumi-lah yang mengelilingi matahari. Bahkan menurut beliau, suat hari nanti para ilmuwan akan berbantahan tentang benarkan bumi mengitari matahari.

Mohon klarifikasi dari ustadz, benarkah ulama sekelas Syaikh Utsaimin mengatakan hal itu? Dan benarkah memang al-Quran secara tegas menyatakan hal itu.

Terima kasih jazakamullahu khairal jaza'.

Erti Manangku
ertia

Jawaban

Assalamu a'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Setiap ulama tentu berhak untuk mengeluarkan pendapat dan fatwanya. Juga berhak untuk diikuti fatwa dan pendapatnya itu oleh umat Islam.

Namun tidak ada satu pun manusia yang dijamin oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW selalu pasti benar dalam segala halnya. Bahkan para shahabat yang mulia dan dijamin masuk surga sekalipun, terkadang tidak saling sependapat dalam banyak masalah antara sesama mereka. Perbedaan pandangan di kalangan shahabat nabi SAW menunjukkan bahwa seseorang bisa saja punya pendapat yang berbeda dengan saudaranya, tanpa harus terjadi permusuhan atau saling ejek di antara mereka.

Para ulama sejak masa salaf dahulu, banyak yang berbeda pendapat. Di antara mereka ada yang benar dalam ijtihad dan di antaranya ada yang salah. Bahkan Imam As-Syafi'i rahimahullah pernah mengoreksi pendapat-pendapatnya yang telah ditetapkan sebelumnya. Sehingga ada dua qaul dalam mazhabnya, yaitu qaul qadim ketika beliau tinggal di Iraq dan qaul jadid ketika beliau tinggal di Mesir.

Bahkan para ulama di level mujtahid mutlak sekalipun tidak pernah mewajibkan manusia untuk hanya berguru kepada dirinya sendiri saja. Bagi mereka, bila ada orang yang ingin berpendapat sebagaimana pendapat dirinya, boleh saja. Tapi bila menolak dan mengambil pendapat ulama lain, mereka ikhlas dan sama sekali tidak sakit hati.

Bila di masa sekarang ini ada pendapat dan pandangan dari ulama tertentu yang barangkali tidak kita sejalan, tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau, boleh saja hal itu ditolak dan tidak berdosa. Asalkan ada pembanding dari pendapat ulama lainnya yang dirasa lebih kuat hujjahnya.

Matahari Mengelilingi Bumi?

Benar bahwa salah satu di antara ulama yang berpendapat bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi adalah Syeikh Al-Utsaimin. Keluasan ilmu beliau dan kedalamannya dalam masalah agama, tentu tidak perlu diragukan lagi. Namun bukan berarti beliau harus selalu benar dalam semua pendapatnya.

Apalagi yang beliau sampaikan bukan terkait dengan masalah umurdiniyyah, melainkan tsaqafah umum terkait dengan sebuah fenomena alam yang di dalam Al-Quran disampaikan lewat isyarat. Bukan lewat pernyataan yang bersifat eksplisit. Artinya, kesalahan dalam memahami hal-hal seperti ini tidak berpengaruh pada masalah aqidah dan syariah, namun lebih kepada informasi tentang fenomena alam dan ilmu pengetahuan.

Kalau kita teliti lebih dalam, sebenarnya di dalam Al-Quran tidak pernah ada ayat yang bunyinya secara tegas menyebutkan bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Penekanannya di sini pada kalimat: mengelilingi bumi. Kalau ayat yang menunjukkan bahwa matahari bergerak dan digerakkan oleh Allah SWT, memang banyak bertaburan di banyak tempat dalam Al-Quran. Akan tetapi tidak ada satupun yang menyebutkan dengan mengelilingi bumi.

Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya. Semua pernyataan itu tentu tidak boleh kita tolak. Namun sekali lagi, Al-Quran tidak pernah menyebutkan bahwa matahari MENGELILINGI bumi. Tidak ada ayat yang bunyinya: asyamsu taduru haulal ardhi.

Walhasil, secara zahir nash tidak ada pernyataan di dalam Al-Quran bahwa matahari mengelilingi bumi.

Kalau pun matahari disebutkan telah bergerak dalam arti terbit, terbenam, condong dan sebagainya, tidak ada seorang muslim pun yang menolaknya. Karena zhahir nash memang mengatakan demikian. Perhatikan ayat-ayat berikut ini:

Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri. (QS al-Kahfi: 17)

Namun semua yang terkait dengan informasi matahari itu sangat dikaitkan dengan pandangan subjektif manusia. Di mana Allah SWT memang berfirman untuk umat manusia. Maka boleh saja disebutkan bahwa matahari itu terbit, tentunya dari sudut pandang manusia. Padahal sesungguhnya, matahari tidak pernah pergi menghilang dari wujudnya, dia hanya menghilang dari pandangan mata kita saja.

Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan ayat berikut ini:

Hingga apabila dia telah sampai ke tempat ter benam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata, "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka." (QS Al-Kafhi: 86)

Kalau kita lihat zhahir nash ayat ini, jelas sekali disebutkan bahwa ada tempat terbenamnya matahari, di mana matahari bukan hanya terbenam, tapi disebutkan tempatnya masuk ke dalam bumi, yaitu di laut yang berlumpur hitam. Tetapi apakah matahari turun ke bumi dan masuk ke dalam laut? Tentu tidak bukan. Ini hanya pandangan subjektif seseorang yang melihat seolah-olah matahari masuk ke dalam laut. Padahal hakikatnya matahari berjarak 8 menit perjalanan cahaya dari bumi.

Di dalam dalil lainnya yang juga shahih, disebutkan hal yang lebih aneh lagi. Yaitu matahari pergi ke 'Arsy.

Nabi SAW berkata kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam. “Apakah engkau tahu ke mana dia pergi?” Abu Dzar menjawab, “Allah dan rasulnya lebih mengetahui.” Nabi berkata, “Sesungguhnya dia pergi bersujud di bawah Arsy dan meminta izin lalu diizinkan. Dan dia meminta izin dan tidak diizinkan. Kemudian dikatakan, kembalilah ke tempat kamu muncul dan terbenamlah dari arah baratnya.”

Kalau memang hakikatnya matahari pergi pulang ke arsy tiap hari, dalam logika kita manusia di muka bumi, tentu harus ada masa dalam 24 jam bumi tidak mendapat sinar matahari dan juga alam semesta. Namun separuh manusia yang melata di muka bumi ini selalu dalam keadaan melihat matahari. Matahari tidak pernah tenggelam dari pandangan seluruh manusia di bumi.

Matahari hanya kelihatan terbit buat segelintir orang yang kebetulan berada pada posisi matahari terbit. Demikian juga matahari hanya terbenam dalam pandangan manusia yang kebetulan berada di belahan bumi yang sebentar lagi membelakangi matahari. Dan semua itu terjadi bergantian. Tapi sesungguhnya matahari tidak pernah absen dari kita. Yang terjadi sesungguhnya, manusia lah yang absen dari matahari dengan membelakanginya.

Dan karena Al-Quran bukan kitab astronomi, bahkan punya unsur sastra yang tinggi, maka sah-sah saja semua ungkapan yang seolah-olah menggambarkan bahwa matahari melakukan semua gerakan itu. Tanpa harus terjebak untuk menjelaskannya secara astronomi.

Seperti ungkapan indah Al-Quran tentang malam dan siang yang saling berkejaran, apakah kita mau artikan bahwa malam dan siang itu seperti dua anak kecil main kejar-kejaran atau main petak umpet? Tentu tidak, bukan? Ungkapan berkejaran itu adalah gaya bahasa yang indah, tapi jangan dipahami terlalu teknis dan sederhana.

Bahkan di dalam Al-Quran bertabur ayat yang punya gaya ungkapan bahasa yang indah, kadang sampai terasa aneh. Misalnya, uban yang tumbuh di kepala nabi Zakaria, disebutkan dengan ungkapan khas yaitu uban berkobar di kepala. Berkobar itu kan sesungguhnya sifat dari api. Tetapi apakah benar kepala nabi Zakaria itu terbakar? Tentu tidak, bukan?

Ia berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah berkobar dengan uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo'a kepada Engkau, ya Tuhanku." (QS Maryam: 4)

Kebenaran Ilmu Pengetahuan

Namun lepas dari perbedaan pendapat dalam memahami nash Quran, kita pun harus tahu bahwa kebenaran dalam ilmu pengetahuan pun tidak pernah mutlak. Setiap kali selalu saja ada teori yang tumbang dengan teori baru. Setiap saat selalu saja muncul penemuan dan kebenaran baru, untuk sampai saatnya akan tumbang digantikan dengan yang baru.

Apa yang kita yakini sebagai kebenaran empiris tentang ilmu astornomi, sangat kita yakini suatu hari akan tumbang dengan fakta terbaru.

Wallau a'lam bishshawab wassalamu a'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Rabu, 26 Maret 2008

Pengenalan Singkat Terhadap Al-Hadis

hasil ngaji hari minggu, mudah-mudahan bermanfaat. saya yakin masih banyak yang belum tahu 

                      Pengenalan Singkat Terhadap Al-Hadis

(M. Hasyim Manan)

 

A.     Asal-usul Ajaran Islam

1.      Wahyu (perennial) : 1.1. Al-Qur’an (wahyu redaksional)

1.2. Al-Hadis (wahyu non redaksional)

2.      Akal (rasional)       : 2.1. Ijtihad (penemuan berdasar ajaran Islam)

 

B.     Pengenalan Singkat Terhadap Al-Hadis

1.      Pengertian : Kutipan dari Nabi Muhammad saw. Baik berupa perkataan (qaul), perbuatan (fi’il) atau persetujuan dengan sikap diam (taqrir)

2.    Karena kutipan, validitas (keabsaahannya) sangat tergantung kepada :

2.1.  Kondisi pihak yang mengutip atau yang meriwayatkan (rowi)

2.2.  Kondisi hubungan antar rowi (sanad)

2.3.  Kondisi materi yang dikutip (matan)

3.    Kesepakatan ahli hadis, bahwa hadis yang boleh menjadi sumber adalah :

3.1.  Hadis sohih, artinya 2.1. dan 2.2. dan 2.3. tidak ada yang cacat, artinya para periwayatnya semua jujur dan kuat hafalannya (tsiqoh), rangkaiannya atau sanadnya bersambung, dan isinya (matan) tidak janggal dan tidak bertentangan dengan yang lebih kuat.

3.2.  Hadis hasan, artinya 2.1. terdapat kekurangan,yakni pihak yang mengutip kurang cermat (kurang dlobith).

4.    Hadis do’if (lemah) tidak dapat dijadikan sumber penetapan ajaran Islam. Kalau hanya untuk memuji suatu amalan yang sudah ada, hadis doif boleh dipakai (fadlilatul a’mal).

Catatan : Suatu hadis dho’if, bila banyak data pendukung dan tidak bertentangan dengan al-Qur’an atau didukung tingkatan dalil yang lebih tinggi (hadis shohih atau al-Qur’an) bias menjadi hadis hasan bighoiri tapi tetap tidak bisa dipakai sebagai sumber penetapan ajaran Islam. Contoh : hadis “annadhofatul minal iman” termasuk dhoif tapi di al-Qur’an banyak anjuran tentang kebersihan, sedangkan hadis “husbul wathon minal iman” sepenuhnya dhoif, tidak bisa dijadikan pegangan.

5.    Kedudukan Hadis terhadap al-Qur’an :

5.1.  Sebagai penjelasan (al-bayaan)

5.2.  Sebagai penetapan baru diluar al-Qur’an (al-istiqlal)

 

C.     Literatur Hadis

1.    Kutipan dari Nabi Muhammad saw. Dikumpulkan oleh ahli Hadis sejak abad pertama, dalam literatur yang disebut kitab hadis.

Induk kitab hadis ada tujuh yaitu :

1.1.  Al-Jami’us Sahih

1.1.1.   Sohih al-Bukhori

1.1.2.   Sohih Muslim

1.2.  Al-Sunan

1.2.1.   Sunan Abi Dawud

1.2.2.   Sunan Al-Tarmidzi

1.2.3.   Sunan Al-Nassa’i

1.2.4.   Sunan Ibnu Majah

1.3.  Al-Musnad

1.3.1.   Musnad Imam Ahmad

2.      Disebut Induk Kitab Hadis (ummabatu kutubil hadis) atau kitab tujuh (kutubus sab’ah) karena menurut asumsi para ahli hadis, kumulasi isi dari tujuh kitab itu diperkirakan sudah mencakup semua qoul fi’il dan taqrir Nabi Muhammad saw.

D.     Literatur Tambahan :


1.      Sunan al-Damiri

2.      Al-Muwatto’

3.      Ibnu Khuzaimah

4.      Ibnu Hibban

5.      Al-Baihqi Sughro

6.      Al-Baihqi Kubro

7.      Ibnu Abi Syaibah

8.      Majma al-Zawa’id

9.      Musnad Abu Dawud al-Toyalisi

10.  Mustadrok al-Hakim

11.  Musnad al-Humaidi

12.  Musnad al-Syihab

13.  Musnad Imam al-Syafi’I

14.  Musnad Imam Abu Hanifah

15.  Al-Daroqutni

16.  Musnad Ishaq bin Rohawaihi

17.  Musnad Abi Ya’la

18.  Musnad al-Ja’idi

19.  Misykat al-Masobih

20.  Muntakhob Abdu bin Humaid

21.  al-Targhib wa al-Tarhib

22.  al-Fathul Kabir

23.  Muntaqo Ibnu al-Jarud

24.  Faidul Qodir

25.  Al-Adzkar

26.  Musnad al-Haris

27.  Makarim al-Akhlaq

28.  Al-Durr al-Muntasiroh

29.  Al-Jihad

30.  al-Ilm

31.  Fado’il al-Sohabat

32.  Al-Lu’lu’ wal Marjan

33.  Misbah al-Zujajah

34.  Jami’ al-Hadis wa al-Marosil

35.  Al-Musqosidul Hasanah

36.  Musnad al-Syamiyyin

37.  Sunan al-Nassa’i Kubro

38.  Al-Hadis al-Qudsiyah

39.  Misykat al-Masobih

40.  Al-La’aliul Masnuah

41.  Al-Masnu’

42.  Al-Asror al-Marfu’ah

43.  Al-Asar al-Marfu’ah

44.  Al-Jidd al-Hasis

45.  Al-Masnu’at

46.  Al-Lu’lu’ al-Marsu’

47.  Al-Nukhbatul Bahiyah

Catatan : Kitab 40 – 47 merupakan kumpulan hadis dho’if

Surabaya, 16 Shofar 1429 H/24 Februari 2008 M

Minggu, 24 Februari 2008

Sultan Mehmed II, Sang Pembantai Dracula

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Orhan Basarab
resensi buku 23 Februari 2008, 18:31:09, Laporan Noer Soetantini

Pahlawan Islam Membantai Dracula

Penerbit : Darul Ikhsan, Januari 2008
Tebal : 168 halaman

Sejarah Mehmed II merupakan peristiwa dan makna. Sebagai orang yang telah menggoreskan hidupnya dalam sejarah dunia tentu ia perlu dieja dan diurai. Dengan kepekaan, ketajaman dan kemampuan membuka rahasia maka siapapun yang membaca sejarahnya akan menemukan ruh dari perjuangan Mehmed II.

Berbeda dengan usia dan kejayaan yang akan sirna, ruh perjuangan akan terus menapak dari masa ke masa, menebarkan makna ke seluruh semesta, memberikan jiwa bagi yang bisa menangkapnya. Ruh perjuangan Mehmed II adalah pembebasan. Ada 3 macam pembebasan yang diperjuangkan Mehmed II yakni membebaskan diri dari jiwa terjajah menjadi jiwa yang merdeka, membebaskan umat Islam dari penindasan pasukan Salib dan membebaskan Islam dari dominasi Kristen. (Penulis)

Sinopsis :
Konon Dracula hanya bisa dikalahkan dengan salib dan bawang putih. Semua itu hanya kebohongan belaka yang dilakukan dunia barat untuk mengaburkan dan menyelewengkan sejarah Dracula. Nama Dracula semakin melambung begitu Bram Stoker menjadikannya sebagai tokoh utama dalam novel berjudul “Dracula". Ini semata-mata dilakukan agar pahlawan muslim Mehmed II tenggelam dalam dominasi sejarah Dracula.

Dalam buku ini penulis memaparkan siapa Mehmed II sang penakluk Konstantinopel. Mehmed II yang lahir di Edirne perbatasan Yunani dan Bulgaria sejak kecil sudah disiapkan menggantikan ayahnya dalam memimpin pasukan Turki Ottoman menghadapi pasukan Salib, (halaman 54).

Sementara Dracula yang asli bernama Vlad Tsepes III (1431-1476 M) merupakan sosok pembangkang yang tidak mau tunduk pada pemerintahan Mehmed II. Dracula membalaskan sakit hatinya karena sejak kecil dipisahkan dari orangtuanya untuk mengikuti pendidikan militer.

Hanya saja, jalan yang ditempuh Dracula di luar kemanusiaan. Siapa saja yang merasa tidak pas di hatinya, khususnya kaum muslim, langsung disiksa dengan cara disula, dibakar maupun ditebas kepalanya. Kebengisan Dracula akhirnya memaksa Mehmed II untuk berperang terbuka.

Kelicikan Dracula terhenti saat Mehmed II berhasil memancangkan kepala Dracula di tengah alun-alun Konstantinopel. Oleh para pendeta, mayat Dracula disemayamkan di dalam Gereja Snagov. Kuburannya persis berada di depan altar suci gereja, (halaman 139).

Deskripsi :
Membaca sejarah merupakan proses mengeja peristiwa dan mengurai makna. Penulis buku ini mampu memberikan ketajaman analisa dan kemampuan membuka rahasia tentang sosok Mehmed II yang berhasil membunuh keganasan Dracula.

Ketajaman analisa dan kemampuan membuka rahasia tersebut, membuka hati pembaca mengetahui dengan benar sejarah Perang Salib dan siapa sebenarnya sosok bernama Dracula yang selama ini digembar-gemborkan dunia barat sebagai vampir bertaring tajam yang suka menghisap darah manusia.

Kepahlawan Mehmed II sebagai pahlawan Islam yang sengaja di’tenggelamkan’ barat untuk menutupi kebengisan Dracula satu diantara pemimpin Perang Salib, dikupas tuntas oleh penulis. Mehmed II patut dikenang selamanya oleh kaum muslim sebagai pahlawan Islam yang tidak kalah hebatnya dalam membawa kebaikan di bumi ini.

sumber : suarasurabaya.net

Selasa, 19 Februari 2008

Dibalik toilet pasar

   Kemarin malam (19/2) saya ke pasar bersama beberapa teman kantor untuk meninjau perbaikan toilet pasar. Dalam rangka ultah yang ke-50, kantor cabang kami melakukan bakti sosial, lebih tepatnya sumbangan sosial memperbaiki toilet pasar besar. Seperti kita ketahui bersama, yang namanya toilet pasar dimana-mana (di Indonesia) pasti kotor, kumuh, jorok. Pengerjaannya sudah dimulai beberapa hari yang lalu dan rencananya diresmikan juma't besok. Sebenarnya saya tidak termasuk tim panitia tapi malam itu saya diajak teman, yah sekedar meliha-lihat lah.

   Sesampai di lokasi panitia 'beneran' langsung memeriksa hasil pengerjaan, tanya ini itu ke para pekerja. Tidak berapa lama datang pemborong yang mengerjakan perbaikan itu. Saya berbincang-bincang sebentar dengannya kemudian ada ceritanya yang sangat mengusik. Dia bilang bahwa selama ini dana pemeliharaan toilet-toilet pasar tersebut ditanggung oleh para penunggu toilet yang berjaga didepan toilet dengan mengandalkan pemasukan dari para pengguna. Saya bertanya, lalu bagaimana dengan dana dari APBD? Bukankah sudah ada anggaran pemeliharaan dari retribusi pasar? Jawabannya sangat mengejutkan. Dana itu tidak pernah sampai ke pasar! Yang kemudian membuat saya makin terkejut, setengah dari pendapatan toilet itu masih harus disetor ke pemkot!

  Jadi para penjaga toilet itu menyetorkan setengah dari pendapatannya ke Pemkot, tapi masih harus menanggung sendiri pemeliharaan toilet umum itu. Trus kemana larinya dana anggaran pemeliharaan + setoran dari petugas toilet itu? Si pemborong itu hanya mengangkat bahu. Dia lalu menambahkan, wajar klo toiletnya tambal sulam, pintu rusakpun diganti seadanya. Di akhir percakapan dia bilang sinis, pantas saja pejabatnya (mungkin yang dimaksud pejabat pemkot yang mengurusi pasar) bisa beli (Nissan) X-Trail!
 
  Ya Allah, kalau urusan toilet pasar saja sampai seperti ini, bagaimana dengan yang lain???

Minggu, 06 Januari 2008

Kata-kata Bijak dari CEO Kelas Dunia

Moga-moga bermanfaat...

Sumber : www.indomp3z.us


Kata-kata Bijak dari CEO Kelas Dunia
Takut akan kegagalan seharusnya tidak menjadi alasan
untuk tidak mencoba sesuatu.

Kepemimpinan adalah Anda sendiri dan apa yang Anda
lakukan.

Frederick Smith,
Pendiri Federal Express
**************************

Kejujuran adalah batu penjuru dari segala kesuksesan,
Pengakuan adalah motivasi terkuat.

Bahkan kritik dapat membangun rasa percaya diri saat
"disisipkan" diantara pujian.

May Kay Ash,
Pendiri Kosmetik Mary Kay
**************************

Jika Anda dapat memimpikannya, Anda dapat
melakukannnya.

Ingatlah, semua ini diawali dengan seekor tikus,
Tanpa inspirasi.... kita akan binasa.

Walt Disney,
Pendiri Walt Disney Corporation
**************************

Uang merupakan hamba yang sangat baik, tetapi tuan
yang sangat buruk.

P.T. Barnum,
Anggota Pendiri Sirkus Barnum & Bailey
**************************

Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam
genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di
tangan orang banyak.

John Naisbitt,
Pemimpin Umum Naisbitt Group
**************************

Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat.
Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras.
Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika
kesempatan bertemu dengan kesiapan.

Thomas A. Edison,
Penemu dan Pendiri Edison Electric Light Company
**************************

Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka;
namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu
tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak
melihat pintu lain yang telah terbuka.

Alexander Graham Bell,
Penemu dan Mantan Presiden National Geographic Society
**************************

Jangan biarkan jati diri menyatu dengan pekerjaan
Anda.

Jika pekerjaan Anda lenyap, jati diri Anda tidak akan
pernah hilang.

Gordon Van Sauter,
Mantan Presiden CBS News
**************************

Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di
lima tahun mendatang, kecuali dua hal : orang-orang di
sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca.

Charles "Tremendeous" Jones,
Presiden Life Management Services, Inc.
**************************


Yang terpenting dalam Olimpiade bukanlah kemenangan,
tetapi keikutsertaan ...

Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan
namun bagaimana bertanding dengan baik.

Baron Pierre de Coubertin,
Pendiri & Presiden pertama Komite Olimpiade
International
**************************


Kebahagiaan biasanya merupakan hasil dari sebuah
pengorbanan.

Sebelum tidur, bertanyalah, kebaikan apa yang sudah
kulakukan hari ini ?

Rabu, 02 Januari 2008

Sebuah Email Tentang Rumah Tuhan

Sebuah Email Tentang Rumah Tuhan

2 Jan 08 18:58 WIB

Kirim teman

Oleh Sabrul Jamil

Sebuah e-mail tiba di PC saya. Isinya tentang pengalaman seorang pekerja asing. Ceritanya, pekerja asing itu tiba untuk pertama kalinya di salah satu perkantoran megah di kawasan Jakarta. Usai memarkirkan mobilnya di basement, ia melihat sekelompok orang, laki dan perempuan, tengah melakukan suatu kegiatan yang aneh di matanya, di salah satu ruangan di basement tersebut. Ruang tersebut kecil dan pengap, dengan tembok rendah mengelilinginya.

Sesampainya di atas, orang asing ini bertanya tentang apa yang dilihatnya barusan. Orang Indonesia yang kebetulan muslim menjelaskan bahwa orang-orang di basement tersebut sedang sholat, menyembah Allah, Tuhan umat Islam. Sholat adalah kewajiban yang dilaksanakan sehari lima kali.

Dengan takjub orang asing itu menjawab, betapa rendahnya apresiasi umat Islam terhadap Tuhan mereka. Jika terhadap ia yang cuma manusia bisa disediakan tempat kerja yang lapang dan nyaman, mengapa untuk Tuhan mereka hanya tersisa sebuah ruangan pengap di basement?

Pembaca, tidakkah keheranan orang asing itu menjadi keheranan kita juga?

* * * * *

Suatu sore, di salah satu gedung tinggi di kawasan matraman. Setelah menyelesaikan suatu urusan, saya bertanya ke salah satu karyawan di gedung megah tersebut letak musholla. Sudah lewat pukul empat sore. Karyawan tadi, penuh semangat, menunjukkan letak musholla. Dengan berterima kasih, saya bergegas mengikuti arah yang ditunjukkan. Saya melewati areal parkir yang pengap, suatu kantor yang saya perkirakan markas satpam (banyak satpam yang duduk-duduk di depan kantor tersebut, dengan uniform berantakan), dan sampailah saya ke gedung mungil, dengan tulisan kusam tertempel di salah satu temboknya: MUSHOLLA.

Musholla ini terletak persis di belakang gedung tinggi yang baru saja saya tinggalkan. Ukurannya tak lebih besar dari ruang tamu rumah saya. Temboknya setengah terbuka, dan dimanfaatkan untuk meletakkan sajadah-sajadah, dan... Helm!

Di ruang yang sempit itu ada seseorang yang tertidur pulas. Tempat wudhu terletak tak jauh dari situ. Ada dua kran. Akhirnya, di naungi suasana pengap dan beraroma kurang sedap, saya menunaikan kewajiban saya kepada Rabb Penguasa Jagat. Ada rasa malu yang tak terkatakan, hanya sebegini apresiasi saya kepada Mu, ya Allah.

Saya pulang, meliuk-liuk melewati kemacetan pinggiran kota, dengan setumpuk pikiran di kepala. Sudah berapa kali saya dapatkan, sebuah gedung perkantoran megah, dengan tempat sholat yang mirip dengan gudang?

Karena tuntutan pekerjaan, saya sering keluar masuk kampus dan perkantoran. Dan situasi seperti ini sudah seperti typical: gedung megah, tinggi, dengan lobby dan ruang kerja yang nyaman, namun tak menyisakan satu ruangan pun untuk sholat, suatu ibadah yang nabi katakan sebagai tiang agama. Sebagai gantinya, pihak perkantoran menyediakan tempat sholat di basement, di sela-sela parkir kendaraan. Atau sebaliknya, tempat sholat sering diletakkan di bagian tertinggi gedung, seperti di kantor saya. Ini masih lumayan, karena tempatnya terbuka, sehingga angin dan debu jalan leluasa menerobos. Setidaknya, sholat tidak dilakukan dalam keadaan pengap.

Tentu ada juga gedung-gedung perkantoran yang menyiapkan tempat sholat yang memadai, meski tidak harus mewah. Gedungnya terawat. Sajadah dan mukena secara teratur dibersihkan. Majalah dindingnya secara berkala diupdate.

Pembaca yang baik, sholat adalah sejenis ibadah yang menuntut konsentrasi tinggi. Konsentrasi ini adalah awal kekhusyuan. Dengan khusyu’-lah kualitas sholat diperoleh.

Nah, konsentrasi tentunya memerlukan daya dukung lingkungan. Lingkungan yang bising, pengap, beraroma kurang sedap, secara sunnatullah, akan mengurangi konsentrasi. Rasulullah pernah menolak sajadah yang bergambar, karena khawatir akan mengganggu konsentrasi beliau. Beliau juga memerintahkan imam untuk menyegerakan sholat apabila terdengar suara anak menangis, karena khawatir si ibu akan merasa resah dalam sholatnya.
Selain itu, beliau juga secara optimal membersihkan diri. Salah satu sunnah beliau sebelum sholat adalah bersiwak (menggosok gigi), dan memakai harum-haruman.

Dari situ kita simpulkan, salah satu syarat khusyu’ diperoleh dari situasi dan kondisi ketika sholat. Dilakukan. Terlalu arogan kalau kita menganggap situasi dan kondisi tidak mempengaruhi kekhusyuan sholat kita.

Bagaimana sholat yang dilakukan di tempat-tempat seperti yang saya gambarkan di awal tulisan ini? Saya khawatir pelaksanaan sholat tersebut hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban.

Sesungguhnya, yang bertanggung jawab memakmurkan masjid adalah seluruh orang beriman yang berada di wilayah masjid tersebut. Bagaimana cara mewujudkan tanggung jawab tersebut?
Mungkin, yang pertama kali harus dibangun adalah kesadaran. Kesadaran diperoleh setelah adanya informasi, bahwa Masjid bukanlah sekedar bangunan pelengkap.

Siapa yang harus memulai?

Setidaknya, Anda, setelah membaca tulisan ini, mulai menyusun gagasan praktis, apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki situasi di tempat Anda (kecuali kalau Masjid di tempat Anda sudah representatif untuk beribadah). Jadikan ini sebagai peluang amal. Siapa tahu dapat menjadi jalan lain bagi kita untuk bertemu dengan senyumNya.

Sabruljamil. Multiply. Com

Berkah Menepati Janji

Contoh Kecil Berkah Menepati Janji Sudah beberapa hari ini putriku yang kedua merengek minta diantar pakai motor. Bibirnya monyong saa...