hasil ngaji hari minggu, mudah-mudahan bermanfaat. saya yakin masih banyak yang belum tahu
Pengenalan Singkat Terhadap Al-Hadis
(M. Hasyim Manan)
A. Asal-usul Ajaran Islam
1. Wahyu (perennial) : 1.1. Al-Qur’an (wahyu redaksional)
1.2. Al-Hadis (wahyu non redaksional)
2. Akal (rasional) : 2.1. Ijtihad (penemuan berdasar ajaran Islam)
B. Pengenalan Singkat Terhadap Al-Hadis
1. Pengertian : Kutipan dari Nabi Muhammad saw. Baik berupa perkataan (qaul), perbuatan (fi’il) atau persetujuan dengan sikap diam (taqrir)
2. Karena kutipan, validitas (keabsaahannya) sangat tergantung kepada :
2.1. Kondisi pihak yang mengutip atau yang meriwayatkan (rowi)
2.2. Kondisi hubungan antar rowi (sanad)
2.3. Kondisi materi yang dikutip (matan)
3. Kesepakatan ahli hadis, bahwa hadis yang boleh menjadi sumber adalah :
3.1. Hadis sohih, artinya 2.1. dan 2.2. dan 2.3. tidak ada yang cacat, artinya para periwayatnya semua jujur dan kuat hafalannya (tsiqoh), rangkaiannya atau sanadnya bersambung, dan isinya (matan) tidak janggal dan tidak bertentangan dengan yang lebih kuat.
3.2. Hadis hasan, artinya 2.1. terdapat kekurangan,yakni pihak yang mengutip kurang cermat (kurang dlobith).
4. Hadis do’if (lemah) tidak dapat dijadikan sumber penetapan ajaran Islam. Kalau hanya untuk memuji suatu amalan yang sudah ada, hadis doif boleh dipakai (fadlilatul a’mal).
Catatan : Suatu hadis dho’if, bila banyak data pendukung dan tidak bertentangan dengan al-Qur’an atau didukung tingkatan dalil yang lebih tinggi (hadis shohih atau al-Qur’an) bias menjadi hadis hasan bighoiri tapi tetap tidak bisa dipakai sebagai sumber penetapan ajaran Islam. Contoh : hadis “annadhofatul minal iman” termasuk dhoif tapi di al-Qur’an banyak anjuran tentang kebersihan, sedangkan hadis “husbul wathon minal iman” sepenuhnya dhoif, tidak bisa dijadikan pegangan.
5. Kedudukan Hadis terhadap al-Qur’an :
5.1. Sebagai penjelasan (al-bayaan)
5.2. Sebagai penetapan baru diluar al-Qur’an (al-istiqlal)
C. Literatur Hadis
1. Kutipan dari Nabi Muhammad saw. Dikumpulkan oleh ahli Hadis sejak abad pertama, dalam literatur yang disebut kitab hadis.
Induk kitab hadis ada tujuh yaitu :
1.1. Al-Jami’us Sahih
1.1.1. Sohih al-Bukhori
1.1.2. Sohih Muslim
1.2. Al-Sunan
1.2.1. Sunan Abi Dawud
1.2.2. Sunan Al-Tarmidzi
1.2.3. Sunan Al-Nassa’i
1.2.4. Sunan Ibnu Majah
1.3. Al-Musnad
1.3.1. Musnad Imam Ahmad
2. Disebut Induk Kitab Hadis (ummabatu kutubil hadis) atau kitab tujuh (kutubus sab’ah) karena menurut asumsi para ahli hadis, kumulasi isi dari tujuh kitab itu diperkirakan sudah mencakup semua qoul fi’il dan taqrir Nabi Muhammad saw.
D. Literatur Tambahan :
1. Sunan al-Damiri
2. Al-Muwatto’
3. Ibnu Khuzaimah
4. Ibnu Hibban
5. Al-Baihqi Sughro
6. Al-Baihqi Kubro
7. Ibnu Abi Syaibah
8. Majma al-Zawa’id
9. Musnad Abu Dawud al-Toyalisi
10. Mustadrok al-Hakim
11. Musnad al-Humaidi
12. Musnad al-Syihab
13. Musnad Imam al-Syafi’I
14. Musnad Imam Abu Hanifah
15. Al-Daroqutni
16. Musnad Ishaq bin Rohawaihi
17. Musnad Abi Ya’la
18. Musnad al-Ja’idi
19. Misykat al-Masobih
20. Muntakhob Abdu bin Humaid
21. al-Targhib wa al-Tarhib
22. al-Fathul Kabir
23. Muntaqo Ibnu al-Jarud
24. Faidul Qodir
25. Al-Adzkar
26. Musnad al-Haris
27. Makarim al-Akhlaq
28. Al-Durr al-Muntasiroh
29. Al-Jihad
30. al-Ilm
31. Fado’il al-Sohabat
32. Al-Lu’lu’ wal Marjan
33. Misbah al-Zujajah
34. Jami’ al-Hadis wa al-Marosil
35. Al-Musqosidul Hasanah
36. Musnad al-Syamiyyin
37. Sunan al-Nassa’i Kubro
38. Al-Hadis al-Qudsiyah
39. Misykat al-Masobih
40. Al-La’aliul Masnuah
41. Al-Masnu’
42. Al-Asror al-Marfu’ah
43. Al-Asar al-Marfu’ah
44. Al-Jidd al-Hasis
45. Al-Masnu’at
46. Al-Lu’lu’ al-Marsu’
47. Al-Nukhbatul Bahiyah
Catatan : Kitab 40 – 47 merupakan kumpulan hadis dho’if
Surabaya, 16 Shofar 1429 H/24 Februari 2008 M
1 komentar:
Mantap bos
Posting Komentar