Tampilkan postingan dengan label sejarahislam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarahislam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Februari 2008

Sultan Mehmed II, Sang Pembantai Dracula

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Orhan Basarab
resensi buku 23 Februari 2008, 18:31:09, Laporan Noer Soetantini

Pahlawan Islam Membantai Dracula

Penerbit : Darul Ikhsan, Januari 2008
Tebal : 168 halaman

Sejarah Mehmed II merupakan peristiwa dan makna. Sebagai orang yang telah menggoreskan hidupnya dalam sejarah dunia tentu ia perlu dieja dan diurai. Dengan kepekaan, ketajaman dan kemampuan membuka rahasia maka siapapun yang membaca sejarahnya akan menemukan ruh dari perjuangan Mehmed II.

Berbeda dengan usia dan kejayaan yang akan sirna, ruh perjuangan akan terus menapak dari masa ke masa, menebarkan makna ke seluruh semesta, memberikan jiwa bagi yang bisa menangkapnya. Ruh perjuangan Mehmed II adalah pembebasan. Ada 3 macam pembebasan yang diperjuangkan Mehmed II yakni membebaskan diri dari jiwa terjajah menjadi jiwa yang merdeka, membebaskan umat Islam dari penindasan pasukan Salib dan membebaskan Islam dari dominasi Kristen. (Penulis)

Sinopsis :
Konon Dracula hanya bisa dikalahkan dengan salib dan bawang putih. Semua itu hanya kebohongan belaka yang dilakukan dunia barat untuk mengaburkan dan menyelewengkan sejarah Dracula. Nama Dracula semakin melambung begitu Bram Stoker menjadikannya sebagai tokoh utama dalam novel berjudul “Dracula". Ini semata-mata dilakukan agar pahlawan muslim Mehmed II tenggelam dalam dominasi sejarah Dracula.

Dalam buku ini penulis memaparkan siapa Mehmed II sang penakluk Konstantinopel. Mehmed II yang lahir di Edirne perbatasan Yunani dan Bulgaria sejak kecil sudah disiapkan menggantikan ayahnya dalam memimpin pasukan Turki Ottoman menghadapi pasukan Salib, (halaman 54).

Sementara Dracula yang asli bernama Vlad Tsepes III (1431-1476 M) merupakan sosok pembangkang yang tidak mau tunduk pada pemerintahan Mehmed II. Dracula membalaskan sakit hatinya karena sejak kecil dipisahkan dari orangtuanya untuk mengikuti pendidikan militer.

Hanya saja, jalan yang ditempuh Dracula di luar kemanusiaan. Siapa saja yang merasa tidak pas di hatinya, khususnya kaum muslim, langsung disiksa dengan cara disula, dibakar maupun ditebas kepalanya. Kebengisan Dracula akhirnya memaksa Mehmed II untuk berperang terbuka.

Kelicikan Dracula terhenti saat Mehmed II berhasil memancangkan kepala Dracula di tengah alun-alun Konstantinopel. Oleh para pendeta, mayat Dracula disemayamkan di dalam Gereja Snagov. Kuburannya persis berada di depan altar suci gereja, (halaman 139).

Deskripsi :
Membaca sejarah merupakan proses mengeja peristiwa dan mengurai makna. Penulis buku ini mampu memberikan ketajaman analisa dan kemampuan membuka rahasia tentang sosok Mehmed II yang berhasil membunuh keganasan Dracula.

Ketajaman analisa dan kemampuan membuka rahasia tersebut, membuka hati pembaca mengetahui dengan benar sejarah Perang Salib dan siapa sebenarnya sosok bernama Dracula yang selama ini digembar-gemborkan dunia barat sebagai vampir bertaring tajam yang suka menghisap darah manusia.

Kepahlawan Mehmed II sebagai pahlawan Islam yang sengaja di’tenggelamkan’ barat untuk menutupi kebengisan Dracula satu diantara pemimpin Perang Salib, dikupas tuntas oleh penulis. Mehmed II patut dikenang selamanya oleh kaum muslim sebagai pahlawan Islam yang tidak kalah hebatnya dalam membawa kebaikan di bumi ini.

sumber : suarasurabaya.net

Minggu, 09 Desember 2007

Islam, Warisan Istimewa yang Diabaikan Barat

Islam, Warisan Istimewa yang Diabaikan Barat

eramuslim, Sabtu, 8 Des 07 05:49 WIB

Roger Garaudy, intelektual terkemuka asal Perancis, punya “angan-angan” menarik dan futuristik. Menurutnya, andai saja Barat memilih dan menerima Islam sebagai sistem atau pandangan hidup (wordview), maka Barat tidak akan melakukan penjajahan di dunia Islam.

Selain itu, bangsa-bangsa Barat juga tidak akan menggelar perang dan merampas hak-hak kehidupan bangsa lain, terutama umat Islam. Inilah nasib tragis yang dialami Barat hingga kini. Mereka ingin dan terus ingin menjajah bangsa-bangsa Muslim dengan berbagai cara dan pola.

Tiap tahun mereka merekayasa hegemoni bangsa-bangsa Muslim yang dianggap sebagai ancaman kepentingan Barat. Mengenai hal ini, kita bisa melihat bagaimana mereka (Amerika Serikat/AS, Inggris, Perancis, Italia, Belanda, Jerman, dan Negara-negara sekutu lainya) bersatu pada memecah wilayah-wilayah Islam di Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Sekitar 2001, seorang tokoh pendidikan keturunan Arab pernah bercerita, AS berharap tahun 2002 Indonesia mengalami Balkanisasi.

Bangsa Barat bersikap serakah terhadap masyarakat Islam, menurut Garaudy, karena mereka memilih renaisans (kelahiran kembali) atau- dalam bahasa orientalis aufklarung (pencerahan)- Italia dibanding memilih renaisans Islam.

Padahal, bila ditelisik masa renaisans Islam lebih dulu lahir di Barat. Tepatnya di Spanyol. Sayangnya renaisans di Spanyol diabaikan Barat, dan mereka memilih renaisans Italia. “Masa kelahiran kembali (renaisans) Barat telah terjadi di Spanyol Islam-ketika Bani Ummayah berkuasa- empat abad sebelum renaisans di Italia, ” terang Gaurady (Roger Garaudy, Promesess de l’Islam, 1981. Alih bahasa Prof. Dr. H. M. Rasyidi).

Ketika Islam masuk di Gibaltar (Jabal Thariq), Spanyol, oleh pasukan Islam di bawah komando Ziyad ibn Thariq, banyak masyarakat Barat yang memilih menjadi Muslim. Sementara mereka yang tetap pada agama Kristen dilindungi kendati mereka tidak memeluk Islam. Tidak ada gereja yang dihancurkan, dan rumah-rumah mewah mereka tetap dibiarkan berdiri.

Setelah Islam diterima di kawasan ini, di tempat ini pula muncul ulama, filsuf, hukama, qadli, dan ilmuan-ilmuan masyhur dan penting yang telah menyumbangkan ilmu-ilmu mereka kepada Barat. Di sini kita bisa menyebut Ibn Rusyd (pakar perbandingan fiqh dan filfasat, Al-Qurtubi (mufasir), dan lainnya di berbagai tempat.

Lembaga pendidikan tinggi setingkat universitas (jami’ah) dan jabatan profesional dalam ilmu adalah temuan muslim. Pengangkatan atau wisuda seorang murid yang telah menyelesaikan pendidikan dan lulus ujian telah menjadi tradisi sejak didirikan universitas tertua di dunia Al-Azhar di Kairo. Tradisi ini mengajarkan bahwa sang murid sudah berhak untuk menjadi muallim (pengajar).

Klasifikasi materi buku-buku di perpustakaan besar memunculkan berbagai karya referensi dan karya bibliografi. Karya ensiklopedi pertama adalah buatan Ikhwan al-Shafa tahun 983 M, tapi Marshal Cavendish-lah 800 tahun kemudian yang dianggap sebagai penemu ensiklopedia hanya karena ia bangsa Barat dan menyusunnya dalam bahasa Inggris.

Ilmu pengetahuan yang maju, peradaban yang tinggi dan perpustakaan besar dengan beribu-ribu buku telah menarik begitu banyak ilmuan dari seluruh penjuru dunia tak terkecuali ilmuan Barat yang sengaja belajar ke pusat-pusat peradaban Islam tersebut. Pada gilirannya para ilmuan Barat yang pulang kembali ke negerinya menjadi sebab munculnya renaisans di Barat.

Methode ilmiah adalah sumbangan peradaban Islam terbesar pada pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam laporan laboratorium Al-Battani (w. 929M), Al-Biruni (w. 1048M) dan Ibnu Haitsam (w. 1039M), kita bisa jumpai penjelasan dan penggunaan methode tersebut. Tapi yang dianggap penemu methode ilmiah adalah Roger Bacon karena ia mensekulerkan ilmu pengetahuan dengan methode ilmiah tersebut.

Di bidang matematika, Al-Khwarizmi (w. 850) menemukan algoritma (diambil dari namanya) dan aljabar (dari judul bukunya berjudul Al-Jabr wa al-Muqobbala), 300 tahun kemudian dunia Barat mengenal angka nol dan mengadopsi angka Arab dan meninggalkan sistem angka romawi yang rumit dan tak bertele-tele. Sunguhpun kini aljabar dan algoritma wajib diajarkan, tak ada sejarah yang diajarkan di kelas sekedar menuliskan nama Al-Khwarizmi sebagai penghormatan.

Hal serupa terjadi pada bidang kesusastraan. Misalnya, novel Alf Laila wa Lailah (kisah Seribu Satu Malam) sebenarnya bukan mahakarya sastra, meskipun diakui sebagai karya seni dengan kreatifitas isinya yang tinggi, tetapi salah satu tokohnya Abu Nawas (w. 810) lebih terkenal karena anekdot dan kelucuannya dari pada filsafat dan kearifannya.

Demikian pula Ibnu Thufail (w. 1185).Ia adalah pengarang novel-novel filsafat yang paling dini. Karyanya risalah Hayy Ibnu Yaqzan (Kehidupan Ibnu Yaqzan) banyak dijiplak dan cerita Robinson Crusoe karya Dafoe adalah adalah tiruan rasis darinya. Tentu saja Dafoe yang lebih terkenal di dunia sastra Barat.

Model orbit planet Copernicus yang kemudian dirumuskan dengan baik oleh Kepler dalam Hukum Kepler I, II dan III sebenarnya telah dihasilkan dari laboratorium di Maraga oleh ilmuan seperti Al-Tusi (w. 1274 M) yang kemudian diteruskan oleh Ibnu Al-Syatir (w. 1375 M) di Damaskus.

Ibnu Al-Haytsam (w. 1039 M) mempelopori penelitian tentang optika. Eksperimennya menggunakan lebih dari 27 jenis lensa. Roger Bacon, Leonardo da Vinci dan Kepler bahkan mungkin Newton telah mengambil inspirasi bahkan menjiplak dari bukunya Kitab Al-Manazhir (Kamus Optik). Sebab teori tentang mata yang bukan sumber cahaya (mirip kesimpulan Newton yang menggugurkan pendapat Euclid dan Ptolomy), hukum refleksi dan refraksi (yang lebih terkenal dengan hukum Snellius) serta pertambahan ukuran bintang dekat zenith sesungguhnya telah dirumuskan dengan baik oleh Ibnu Al- Haytsam lewat berbagai eksperimennya.

Belum lagi ilmu kedokteran. Dunia mestinya berterimakasih pada Ibnu Sina. Mereka, bangsa Barat menyebutnya dengan Ave Sena) yang telah menulis Kitab Qanun fi Al-Tibb yang berisi berbagai jenis penyakit dan pegobatannya secara komprehensif. Buku tersebut menjadi acuan selama beberapa abad kemudian dan diajarkan kepada seluruh calon-calon dokter pada saat itu.

Sampai akhir abad ke-19 tingginya ilmu pengetahuan kedokteran sumbangsih para dokter muslim terlihat saat para calon dokter di Prancis harus mendapatkan surat izin praktek dari Kepala Dokter Muslim di Tunisia. Tapi kemudian pemerintah kolonial Prancis melarang keras tindakan tersebut. Eropa berusaha menghapuskannya dengan alasan mengangapnya rendah hanya karena dokter mereka harus merunduk ke Tunisia yang Islam.

Mereka Tidak Jujur Sayang seribu sayang kejayaan dan kebaikan kaum muslimin itu dicuri dan diaku-aku sebagai hasil karya Barat. Parahnya lagi, hasil karya mulia para ilmuan Muslim itu secara dihancurkan oleh para penguasa yang tidak peduli perjuangan dan pengorbanan umat Islam. Mereka lebih senang korupsi dan berkongsi penjajah Barat, yang sejak semua benci dengan Islam.

Walaupun demikian, Barat betul-betul banyak berhutang kepada Islam. Sayang mereka tak jujur atas sumbangan besar kaum muslimin itu. “Semenjak 13 abad, Barat telah menolak warisan ketiga ini, yaitu warisan Islam yang pada masa lalu mestinya dapat dan terang akan dapat mempertemukan kebudayaan Barat dengan kebudayaan-kebidayaan lainnya di seluruh dunia, ” ujar Garaudy, pemeluk Katholik yang menjadi atheis dan berakhir menjadi Muslim.

Ia menegaskan, jika saja Barat bersikap fair dan merendah, maka mereka akan menjadi bangsa yang bermartabat. ”Selain itu, warisan ketiga itu juga akan membantunya untuk merasakan dimensi-dimensi kemanusian dan ketuhanan yang telah terpisahkan selama kebudayaan Barat berkuasa secara sepihak, mengembangkan kemauannya untuk menguasai alam dan manusia. ”

Bila saja Barat mau menerima Islam, maka Barat tidak akan bernasib seperti sekarang ini:sekular, liberal, dan ambigu, dan rasial. (dina)

Minggu, 25 November 2007

Kondisi Finansial Rasulullah

Benarkah Rasulullah miskin?
Saya sudah lama ingin menulis artikel ini, tapi baru sempat sekarang. Biasa (sok) sibuk he he. Selama ini kita sering membaca biografi Rasulullah Muhammad saw yang makannya hanya roti, jarang beliau makan daging, juga beliau pernah puasa sampai tiga hari karena tidak ada makanan di rumah beliau. Beliau juga menambal bajunya sendiri dan tidak malu memakai baju tambalan. Tempat tidur juga hanya dari pelepah korma kasar sampai kalau bangun tidur membekas di pipi. Dari kondisi tersebut kesan yang kita tangkap kemudian seringkali adalah bahwa beliau miskin. Padahal yang sebenarnya tidak demikian, Rasulullah adalah orang yang sangat kaya. Kenapa saya berani bilang "sangat"? Mungkin tidak banyak orang yang tahu kalau mas kawin Rasulullah waktu menikah dengan Khadijah adalah 100 ekor unta. Kalau dikurskan dengan nilai sekarang, jika seekor unta harganya 5 juta maka mas kawin Rasulullah jumlahnya 500 juta. Bukankah hanya orang yang sangat kaya yang mampu memberikan mas kawin sebesar itu? Pada haji wada' Rasulullah juga kembali menyembelih 100 ekor unta, yang seekor bahkan disembelih oleh Rasulullah sendiri.

Rasulullah adalah seorang entrepeneur sejati.
Rasulullah sudah menggembala kambing sejak masih kecil. Pada usia 9 tahun (menurut riwayat lain 12 tahun) beliau sudah diajak pamannya Abu Thalib mengikuti kafilah saudagar berdagang ke negeri Syiria. Pada usia 20 beliau sudah dipercaya membawa barang dagangan sendiri ke negeri Syam, Syiria, dan lain-lain. Mungkin kita mendengar biasa saja kisah tersebut, seperti juga saya dulu merasa biasa mendengarnya. Tapi coba kita telaah lebih dalam dengan membandingkan kondisi jaman sekarang. Sekarang ini kalau seseorang melakukan perdagangan antar negara, bukankah berarti dia itu seorang eksportir/importir? Mari kita bayangkan bersama, saat ini ada berapa anak-anak berusia 9 tahun yang bepergian keluar negeri untuk belajar berdagang? Kalau yang bepergian untuk rekreasi atau tamasya sih banyak dan tidak istimewa sama sekali. Tapi nabi pergi pada usia sedini itu untuk belajar berdagang!

Mari kita lanjutkan imajinasi kita. Pada usia 20 tahun nabi telah dipercaya dan berpengalaman melakukan perdagangan antar negara. Sekali lagi, ada berapa banyak pemuda berusia 20 tahun yang telah "berpengalaman" dalam ekspor impor? Saya beri penekanan pada kata berpengalaman karena saat ini juga ada pemuda yang melakukan perdagangan antar negara namun masih dalam taraf belajar. Dan itupun jumlahnya tidak banyak! Pada usia sekian bahkan masih sangat banyak yang kuliah dengan mengandalkan pasokan biaya dari orang tua.

Pada usia 25 tahun, Rasulullah sudah menjadi kepercayaan Khadijah. Dikomparasikan dengan kondisi sekarang, bukankan itu sama dengan posisi "Vice President"? Sekali lagi, ada berapa gelintir pemuda berusia 25 tahun yang sudah menjadi vice president perusahaan multi nasional? Tidak banyak bukan? Dalam posisi demikian, mustahil Rasulullah berpenghasilan kecil.

Kehidupan sehari-hari Rasulullah
Pola hidup sehari-hari Rasulullah sebenarnya juga mencerminkan bahwa beliau adalah orang yang cukup secara ekonomi. Beliau rutin meminum madu minimal 1 sendok setiap hari. Makanan kesukaan beliau adalah kurma ajwa, yang harganya (sekarang) antara 500 - 600 ribu rupiah per kg. Kalau kita di Indonesia berzakat fitrah dengan beras 2,5 kg atau kurang lebih setara 15 ribu rupiah, maka zakat fitrah rasulullah adalah 2,5 kg kurma yang biasa dimakan beliau yaitu kurma ajwa. Berarti zakat beliau setara 1 juta 250 ribu rupiah! Bandingkan perbedaannya dengan zakat fitrah kita. Beliau sangat rajin bersodaqoh dan tidak ada kisah yang menyebutkan beliau mempunyai hutang. Kalau ada tamu, jamuan yang diberikan selalu lebih dari cukup dan hal tersebut pernah dikisahkan oleh tamu beliau. Beliau juga mampu mencukupi kehidupan istri-istri beliau yang lebih dari satu dan tidak ada satu kisahpun yang menceritakan ada istri beliau yang bekerja mencari nafkah tambahan.

Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah Rasulullah tidak miskin tapi beliau memilih gaya hidup sederhana, dimana hartanya lebih banyak digunakan untuk perjuangan agama daripada hidup bermewah-mewah. Beliau tidak bisa makan enak sedangkan ada kaum muslimin yang kelaparan. Sang Al-Amin mencintai ummatnya lebih dari dirinya sendiri. Mengutip penuturan muballigh kondang ustadz Zainuddin MZ, ada satu doa yang sering di panjatkan Rasulullah: "Ya Allah, hidupkan aku dalam kondisi miskin, matikanlah aku dalam kondisi miskin, dan kumpulkanlah aku di akhirat dengan orang-orang mskin". Tidak mungkin seorang yang miskin memanjatkan doa seperti itu bukan? Saatnya kita belajar meneladani gaya hidup manusia paling mulia tersebut, semoga Allah mencatatnya sebagai amal ibadah, amin.


dikutip dari berbagai sumber

Berkah Menepati Janji

Contoh Kecil Berkah Menepati Janji Sudah beberapa hari ini putriku yang kedua merengek minta diantar pakai motor. Bibirnya monyong saa...