Selasa, 19 Februari 2008

Dibalik toilet pasar

   Kemarin malam (19/2) saya ke pasar bersama beberapa teman kantor untuk meninjau perbaikan toilet pasar. Dalam rangka ultah yang ke-50, kantor cabang kami melakukan bakti sosial, lebih tepatnya sumbangan sosial memperbaiki toilet pasar besar. Seperti kita ketahui bersama, yang namanya toilet pasar dimana-mana (di Indonesia) pasti kotor, kumuh, jorok. Pengerjaannya sudah dimulai beberapa hari yang lalu dan rencananya diresmikan juma't besok. Sebenarnya saya tidak termasuk tim panitia tapi malam itu saya diajak teman, yah sekedar meliha-lihat lah.

   Sesampai di lokasi panitia 'beneran' langsung memeriksa hasil pengerjaan, tanya ini itu ke para pekerja. Tidak berapa lama datang pemborong yang mengerjakan perbaikan itu. Saya berbincang-bincang sebentar dengannya kemudian ada ceritanya yang sangat mengusik. Dia bilang bahwa selama ini dana pemeliharaan toilet-toilet pasar tersebut ditanggung oleh para penunggu toilet yang berjaga didepan toilet dengan mengandalkan pemasukan dari para pengguna. Saya bertanya, lalu bagaimana dengan dana dari APBD? Bukankah sudah ada anggaran pemeliharaan dari retribusi pasar? Jawabannya sangat mengejutkan. Dana itu tidak pernah sampai ke pasar! Yang kemudian membuat saya makin terkejut, setengah dari pendapatan toilet itu masih harus disetor ke pemkot!

  Jadi para penjaga toilet itu menyetorkan setengah dari pendapatannya ke Pemkot, tapi masih harus menanggung sendiri pemeliharaan toilet umum itu. Trus kemana larinya dana anggaran pemeliharaan + setoran dari petugas toilet itu? Si pemborong itu hanya mengangkat bahu. Dia lalu menambahkan, wajar klo toiletnya tambal sulam, pintu rusakpun diganti seadanya. Di akhir percakapan dia bilang sinis, pantas saja pejabatnya (mungkin yang dimaksud pejabat pemkot yang mengurusi pasar) bisa beli (Nissan) X-Trail!
 
  Ya Allah, kalau urusan toilet pasar saja sampai seperti ini, bagaimana dengan yang lain???

5 komentar:

Andy Anggra mengatakan...

Yah...begitulah Mas perilaku pejabat pemkot kita....doain aja biar tobat..btw pemkot mana nih?

miranda modjo mengatakan...

Ky yg baru tau aja!!

Fajar Mudianto mengatakan...

makanya, mobil dinas or pribadi pejabat itu ada yg bau sampah, bau toilet, de el el...

Sigis BM mengatakan...

Saya juga udah tahu sih, kelakuan pejabat-pejabat itu (makanya klo ada iring-iringan mobil dikawal polisi dan platnya merah saya sering joke sama temen, minggir teman, ada koruptor lewat :-D). Tapi gak nyangka sampe segitu

Ari Condro mengatakan...

wah, ada salah persepsi nih, oom.

1. toilet adalah fasilitas umum. jadi seharusnya gratis.
2. jika ada retribusi penggunaan toilet, seharusnya 100 % hasuk ke kas pemda
3. para tukang parkir dan jaga toilet sebenarnya adalah "preman"
4. mandor pasar bersalah, karena tidak merawat fasilitas umum yang vital, sehingga dikuasai oleh preman

Berkah Menepati Janji

Contoh Kecil Berkah Menepati Janji Sudah beberapa hari ini putriku yang kedua merengek minta diantar pakai motor. Bibirnya monyong saa...