Senin, 23 Mei 2011

Iblis (tetap) lebih jahat dari manusia

Setan atau iblis adalah makhluk yg dikutuk Allah akan menghuni neraka jahannam selamanya. Mungkin kita sering bertanya2, kenapa Allah menghukum sedemikian berat padahal kesalahannya 'hanya' menolak sujud kepada Adam. Dan satu hal lagi, iblis mengakui kekuasaan dan keesaan Allah (tauhid). Saya juga pernah berpikir seperti itu dan inilah (insyaallah)jawabannya.

Sesungguhnya iblis itu luar biasa jahatnya dan manusia tidak akan bisa lebih jelek dari iblis. Kalau manusia sekarang berbuat segala macam kerusakan bahkan sampai mengingkari Allah sebagai Tuhan, itu karena manusia tidak pernah bertemu Allah, tidak tahu langsung kekuasaanNya, tidak pernah tahu surga dan neraka. Tapi iblis, dia sudah tahu semuanya, sudah tahu alam ghaib. Namun dgn luar biasanya dia membantah perintah Allah. Sudah begitu, waktu ditegur atau dihukum, bukannya bertobat, malah minta penangguhan sampai kiamat guna mencari teman sebanyak2nya dari jin dan manusia untuk menemani dia di neraka.

Secara sederhana kita analogikan saja seperti ini. Seorang bawahan di kantor cabang berani mencela kebijakan pucuk pimpinan di pusat karena dia tdk ketemu sang pimpinan, wajar krn dia tidak ketemu pimpinan, tidak paham tujuan kebijakan itu secara keseluruhan. Kalau dia ketemu langsung, tidak mungkin dia berani macam2. Manusia juga begitu, tidak patuh Allah terutama karena tidak tahu bagaimana sesungguhnya Allah, alam ghaib, dan akhirat. Kalau tahu, tidak mungkin dia berani. Ini sudah ditegaskan Allah dlm Qur'an dimana Fir'aun yg ngaku Tuhan, waktu sakaratul maut ditampakkan alam ghaib, langsung tobat. Tobat yg terlambat!

Jadi saudar2ku, jangan lagi kita guyon dengan mengatakan iblis minta pensiun karena merasa manusia sudah lebih jahat dari dia. Hati2 kalau bercanda!

Demikian sekelumit renungan, semoga bermanfaat bagi kita semua. Segala kebenaran datangnya dari Allah dan bila ada kesalahan itu dari saya pribadi

Selasa, 01 Maret 2011

Bioethanol, Manfaat dan Mudharatnya!

Bioethanol, Manfaat dan Mudharatnya!

Bioethanol adalah ethanol (ethyl alcohol / C2H5OH) yang diproduksi dari bahan nabati. Artinya, bahan bakar ini berasal dari sumber daya yang dapat diperbarui. Sehingga dapat diproduksi terus-menerus dan tidak akan pernah habis. Berbeda dengan bahan bakar fosil yang dapat habis suatu saat.

Untuk ujicoba, ethanol dibuat dari limbah pabrik gula yang difermentasi. Saat ini penggunaan bioethanol masih sebagai campuran bahan bakar bensin biasa, walaupun suatu saat nanti mungkin mesin khusus berbahan bakar ethanol murni akan diproduksi secara massal.

Bayangkan saja, ethanol yang juga merupakan komponen minuman keras bisa berguna mengurangi emisi karbon dari bahan bakar energi fosil yang selama ini kita gunakan. Sungguh suatu penemuan yang berguna bagi kehidupan manusia.

Kemungkinan pengoplosan bahan bakar masih tetap ada, meskipun berbahan dasar ethanol. Hanya saja pengoplosan tidak dilakukan antar bahan bakar untuk pertimbangan ekonomi sebagaimana kita ketahui selama ini, tapi kemungkinan dilakukan oleh orang yang gemar minum alkohol. Sehingga fungsi Bioethanol bukan saja sebagai bahan bakar kendaraan, tapi juga menjadi ‘bahan bakar’ bagi pengendaranya…

Sebagian kalangan menganggap alkohol diperlukan untuk menghangatkan badan khususnya di negara yang tidak beriklim tropis. Lucunya, di Indonesia yang merupakan negara tropis kita sering lihat orang-orang mengkonsumsi alkohol di siang bolong panas-panas sambil buka baju. Sebagian riset juga mengemukakan bahwa alkohol bisa berpengaruh positif pada jantung, penyakit darah tinggi, dan alzheimer.

Tapi hasil riset ini tidak bisa digeneralisasikan begitu saja. Alkohol yang baik bagi jantung ada dosisnya, penyakit darah tinggi hanya pada wanita muda, dan alzheimer pada sebagian kecil orang tua. Lagi pula, hasil penelitiannya belum/tidak betul-betul konklusif. Simpulannya, jauh lebih banyak aspek negatif dari penggunaan minuman beralkohol dibanding keuntungannya.

Perizinan Mendirikan SPBU Bioethanol

Untuk menghindari kemungkinan SPBU Bioethanol mempunyai fungsi ganda sebagai ‘Bar’, mungkin untuk perizinan mendirikan SPBU harus lebih ketat. Ini bertujuan agar tidak ada orang bodoh yang mau meminum bahan bakar yang dibeli dari SPBU Bioethanol. Bila perlu harus melibatkan MUI untuk sertifikasinya.. :-).

Secara teknis hal itu dapat dilakukan juga dengan penambahan aditif organoleptik kedalam Bioethanol, seperti bau dan rasa. Sehingga dengan mencium baunya saja orang tidak akan mau meminumnya.

Itulah teknologi. Kegunaan atau mudharatnya semua tergantung dari pemakainya. Apakah akan menjadi manfaat atau justru merugikan. Akan sangat sayang sekali jika Bioethanol ini hanya untuk memenuhi “kecanduan” kita terhadap minuman keras yang jelas-jelas merugikan…


Sumber :http://usahakuliner.blogspot.com/2008/10/bioethanol-manfaat-dan-mudharatnya.html

Berkah Menepati Janji

Contoh Kecil Berkah Menepati Janji Sudah beberapa hari ini putriku yang kedua merengek minta diantar pakai motor. Bibirnya monyong saa...