Minggu, 20 Desember 2009
7 Kebiasaan Orang-orang Berdaya Ingat Kuat
Orang-orang berdaya ingat kuat memiliki beberapa kebiasaan yang tidak akan mereka lewatkan tiap harinya. Melatih kebiasaan itu mungkin bisa membuat Anda menjadi salah satu dari mereka yang berdaya ingat kuat. Melindungi dan meningkatkan kemampuan otak sangatlah mudah. Cukup melatih beberapa kebiasaan kecil dan ubah pola hidup yang tidak baik. Otak akan tetap hidup bahkan meningkat kemampuannya jika terus dilatih dan digunakan. Sebuah survei online dilakukan oleh para peneliti Australia terhadap 29.500 orang responden yang telah diseleksi dan termasuk kategori orang-orang yang memiliki daya ingat kuat. Para responden sebelumya menjalani beberapa tes ingatan seperti mengingat kejadian-kejadian 1, 5 atau 20 tahun yang lalu, menghafal daftar belanja, mengingat wajah orang, nama-namanya serta pekerjaannnya masing-masing. Peneliti juga menganalisis pola hidup dan pola makannya sehari-hari. Akhirnya setelah melakukan beberapa analisis, para peneliti mengetahui dan menyimpulkan 7 kebiasaan orang-orang dengan daya ingat yang kuat. Dikutip dari Prevention, Jumat (7/8/2009), ini dia 7 kebiasaan sederhana mereka yang berdaya ingat kuat yang bisa Anda terapkan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan otak.
1. Tidak mengonsumsi alkoholMereka dengan memori yang kuat ternyata jarang mengonsumsi minuman-minuman beralkohol, karena ternyata alkohol dapat merusak sistem saraf dan melemahkan kemampuan otak.
2. Menonton televisi tidak lebih dari satu jam setiap harinyaOrang-orang berdaya ingat kuat jarang melihat tontonan-tontonan yang tidak terlalu penting, kecuali tontonan yang sifatnya mengedukasi. Mereka lebih sering membaca ketimbang menonton.
3. Sering membaca novelDengan membaca novel, otak akan dilatih berpikir dan menebak-nebak apa yang akan terjadi. Alur cerita novel yang berliku-liku akan membuat otak terus berpikir tapi dalam bentuk petualangan otak yang lebih menarik dan seru.
4. Selalu menyilang-nyilangka n dan menyambung-nyambung kan dataKemampuan otak akan terus meningkat ketika data yang masuk ke dalamnya terhubung satu sama lain. Dengan menghubung-hubungka n seperti itu, sebuah data akan tersimpan dan tertanam dalam otak lebih kuat lagi.
5. Tidak pernah lupa mengonsumsi ikanIkan diketahui merupakan sumber protein yang berfungsi meregenerasi sel-sel mati. Sel-sel otak pun harus terus diregenerasi. Beberapa jenis ikan seperti salmon dan sarden mengandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan sel-sel otak dan kemampuan mengingat seseorang.
6. Meminum teh atau kopiTeh dan kopi mengandung kafein yang bisa memacu kerja jantung dan otak untuk terus terjaga dan bekerja lebih baik lagi. Namun konsumsi yang berlebihan, terutama kopi bisa berakibat fatal. Minumlah dalam dosis yang sewajarnya.
7. Selalu membuat catatan dalam bentuk jurnal atau notes kecilData yang masuk ke otak kita tanpa tercatat mungkin saja menempel dan mungkin juga tidak. Namun jika data tersebut dicatat, maka kita dapat melihatnya kembali ketika lupa. Mencatat juga ternyata bisa meningkatkan kemampuan otak untuk menghafal hingga 20 persen.
dari milis akuntansi brawijaya, special thanks to Rika for shared...
Senin, 14 Desember 2009
Pengorbanan Ayah...
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja
diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,
yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap
hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk
menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu
bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja
dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan
apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di
sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya"
,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh
sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama
menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi
tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anakyang
manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit
membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa
bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa
berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalahMama.. ..
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak
dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS
menjagamu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan
untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang
dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan
mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera
datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter
atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata
hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai
dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk
berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan
menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi
dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang
pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan
teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia
tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa
belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang
tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin padaPapa
untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelakiyang
di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang
panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah
selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang
sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam
segala hal..
Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika
aku kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain.
Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang
kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk
teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !
Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa
/ Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi
dibalik hatinya.*
*sharing dari teman di salah satu milis*
I love you bapak!!
Di dalam catatan ini : Lia Oneng, Novi Hadianti, Marina Pringgadhani, Selvy Marchelina SiLgint, Frida Yunita Sinurat, Yunita M. Siahaan, Ika Fatria, Avi Wahyu, Laili Ikrim, Tien Indra Navarone, Lusia Sih Wilujeng, Tia Itu Nur, Naomi 'miomi' Dindaradhiters, Shinta Rachmawati
Rabu, 30 September 2009
Pelajaran bagi para pemuja cinta...
Tidak Boleh Ada Penyesalan
oleh HalimahSekitar dua belas tahun yang lalu, orang tua Sania ( nama samaran ) telah menerima pinangan seorang pria. Rencananya Sania akan melaksanakan akad nikah dengan pria tersebut sekitar dua atau tiga bulan setelah pinangan tersebut. Ini dikarenakan ada beberapa hal yang masih harus di persiapkan.
Dalam masa menunggu itu, Sania tidak punya kegiatan yang menyita waktunya. Hari-harinya terasa sangat lambat. Ikatan ini adalah perjodohan yang harus diterimanya. Tapi entah kenapa, setelah beberapa waktu sebelum cincin kawin melingkar di jari manisnya, dia kedatangan dua orang pria. Seorang pria adalah temannya, dan kebetulan membawa serta seorang pria yang ternyata seorang duda. Kedatangan dua orang pria itu ternyata membawa efek yang tidak diperkirakan oleh Sania maupun keluarganya.
“Betapa tampannya laki-laki ini. Berdebar jantungku menatapnya. Apakah aku saat ini jatuh cinta. Selama ini memang aku tak pernah merasakan bagaimana orang jatuh cinta. Tapi saat ini, rasanya aku mengetahui pula bagaimana bila kita tertawan pada pandangan pertama.” Begitulah yang dirasakan Sania pada pertemuan pertama ini. Dia tidak bisa melepaskan pesona lelaki yang telah memikat hatinya ini. Padahal sang lelaki yang bernama Andi ( nama samaran ) tidak banyak bicara, kecuali sepatah dua patah kata. Dia pun hanya menunjukkan KTPnya ketika di tanya siapa namanya.
Setelah pertemuan itu, Sania tidak bisa tenang dalam tidurnya. Setiap waktunya hanya mengingat sebuah wajah, yang dia sendiri tidak tahu kenapa sangat di rindukannya. Padahal lelaki itu sepertinya biasa-biasa saja dalam pertemuan mereka, tidak kelihatan hal istimewa yang ditunjukkannya pada Sania, yang membuat Sania tahu jika lelaki itu ada hati padanya.
Ada beberapa pertemuan beberapa kali dengan sang pujaan hatinya tersebut, hingga Sania dengan sangat tega memutuskan pinangan yang telah diterima kedua orangtuanya hanya karena kehadiran Andi dihatinya. Memang Sania menyadari konsekuensinya, dengan merusak harapan orangtua dan itu berarti membuat kerusakan kekerabatan antara orangtua dan keluarga calon suaminya. Tapi apa yang bisa dikatakan, bila Sania tidak bisa menolak pesona Andi yang sangat kuat terpatri dalam pikirannya. Ini adalah cinta pertamanya, yang tidak ingin dilepaskannya, walau pun dia tahu Andi adalah seorang duda dengan beberapa orang anak dari hasil perkawinannya yang pertama.
“Aku tak bisa hidup tanpa dirinnya.”. Begitulah Sania memberi alasan kepada kedua orangtuanya. Hingga beberapa ancaman pun keluar dari mulutnya. Sania yang mungil, lembut dalam bersikap dan bertutur kata, ternyata dapat pula mengeluarkan sebuah ultimatum yang tidak bisa di tolak orangtuanya.
Akhirnya perkawinan nya dengan Andi dapat terlaksana. Serasa dunia berada di dalam pelukannya. Banyak angan yang tersimpan. Banyak mimpi yang ingin di bangun bersama Andi yang sangat di cintainya. Rasanya tidak pernah Sania merasakan kegembiraan seumur hidupnya, seperti pada saat dikukuhkannya ikatan mereka pada hari istimewa ini
Sania yang berasal dari Kalimatan Selatan, setelah menikah di boyong suaminya ke Sengata, tempat suaminya bekerja. Sania pun memulai hidup baru dengan suasana yang tidak pernah di bayangkannya. Sania pun hanya berusaha untuk menerimanya dengan sepenuh kekuatannya.
Rumah tangga yang penuh gelak tawa, canda dan romantisme sebuah pengantin baru, ternyata hanyalah tetap sebuah mimpi, yang tidak pernah terwujud. Hari-harinya penuh dengan kebisuan. Andi, suaminya ternyata seorang yang sangat pendiam bila bersama istrinya. Tidak ada kata-kata kecuali sesuatu yang keluar dari mulutnya hanya berupa satu atau dua patah kata tidak lebih. Tapi anehnya, bila ada seseorang yang berkunjung ke rumahnya, Andi dapat berbincang dengan lancar. Tentu saja ini sangat menyakitkan hati Sania. Sania tidak menyangka Andi akan memperlakukannya hanya seperti barang. Bila dibutuhkan akan dihampiri, tapi bila tidak, maka jangan berharap ada kemesraan yang diinginkan oleh Sania. Sania yang lembut, tidak bisa membagi deritanya ini kepada siapa pun tak terkecuali kepada orangtuanya.
Saat ini Sania telah mempunyai dua orang anak dari hasil pernikahannya. Jangan dibayangkan sang suami hanya pendiam. Tapi Andi ternyata juga suka wanita lain. Beberapa kali dia hidup dengan wanita lain. Kadang dia hanya pulang untuk mengambil pakaian bersihnya sepulang kerja, kemudian menginap di rumah wanita selingkuhannya. Berbagai cara telah Sania lakukan, tapi ternyata Andi memang punya sifat demikian. Sania kecolongan! Karena ketika menerima tawaran Andi untuk menikah dengannya, Sania tidak mencari informasi tentang penyebab kegagalan pernikahan Andi yang pertama. Sania baru tersadar, dia hanya menurutkan kata hati untuk mengikat diri pada Andi.
Prahara demi prahara mengisi kesehariannya. Dia tetap teguh menjalani biduk rumahtangga yang memang diinginkannya, walaupun keluarga besarnya menentangnya. Sania hanya dapat meneteskan air matanya pada seorang sahabatnya , untuk setiap deritanya. Sania telah berulang kali meminta cerai pada suaminya, tapi Andi tetap kukuh mengikatnya. Kemana pun Sania pergi, maka suaminya dapat menemukannya. Sania pun berlari kepada ipar dan mertuanya, tapi yang di dapat? Mereka hanya menyalahkan Sania.
“Kamu sendiri yang mau dengan Andi, kenapa harus kecewa?” kata-kata itu menghujam di lubuk hatinya. Mendengungkan gendang telinganya, membuat runtuh jantungnya, tak ada tempat untuk berlari. Tak ada tempat untuk berbagi derita, semuanya gelap dirasa.
Beberapa kali dia berniat bunuh diri dengan membawa kedua anaknya. Sania berdiri di jembatan Pinang dan menunduk melihat air sungai yang sangat deras. Sania meneteskan airmata, sadar bahwa semua keruwetan ini adalah karma baginya. Anak keduanya yang baru berusia beberapa minggu, ada di gendongannya. Anak pertamanya memegang tangannya di sebelahnya.
“Kita mau ngapain ma?” Anak pertamanhya bertanya, karena Sania hanya diam terpaku berdiri di pinggiran jembatan yang saat itu belum rampung dibangun. Air-matanya menetes deras. Kesadaran mulai merambati hatinya. Sania sadar. Akan ada kehidupan kedua yang akan dijalaninya. Kehidupan akhirat yang akan meminta semua pertanggung-jawabannya selama di dunia ini. Maka Sania pun melangkah pulang ke rumahnya, rumah yang tak pernah indah di pandangan matanya.
Sania yang dulunya berjilbab dan berpakaian sopan, ternyata saat ini sangat berubah. Jilbabnya lenyap, pakaian yang dulunya tidak disukainya, ternyata saat ini sangat digemarinya. Sania sekarang ini senang memakai pakaian ketat, yang memperlihatkan lekuk ktubuhnya. Pakaiain yang dapat membuat jakun para lelaki naik turun karenanya. Naudzubillah.
Begitulah cerita Sania. Sania yang dulunya seorang yang taat agama, ternyata melepaskan semuanya demi sebuah cinta. Cinta yang hanya didasari nafsu. Lalai untuk bermunajat kepada Pengatur Kehidupan ini, melalui shalat istikharah. Sania dengan sangat berani mempermalukan keluarganya, khususnya kepada kedua orangtuanya dengan melepaskan kesepakatan perjodohannya, hanya karena tidak ingin melepaskan orang yang membuatnya mabuk kepayang.
Sania melepas perjodohan dari orangtuanya untuk mereguk bahagia cinta, ternyata malah mendapatkan derita yang tidak berujung. Malu pada diri, malu pada keluarga, dan membuatnya menjauh dari Allah Swt.
Inilah gambaran dari seorang anak manusia yang hanya menuruti kata hati. Sebuah keyakinan yang tak berdasar, yang membuatnya yakin cintanya adalah sebuah awal dari kebahagiaan selanjutnya, ternyata itu adalah awal dari semua penderitaannya, hingga kini. Penderitaan yang menimpanya, adalah sebuah penderitaan yang tidak boleh ada penyesalan, karena itu lah jalan yang telah dipilihnya.
( Cerita ini nyata, wanita dalam cerita ini penulis kenal ( tapi tidak akrab ). Ada pun sumber ceritanya berasal dari sahabatnya yang kebetulan merupakan teman penulis pula. )
Sengata, 27 September 2009
Halimah Taslima
Forum Lingkar Pena ( FLP ) Cab. Sengata
halimahtaslima@gmail.com
sumber:eramuslim.com
Kamis, 20 Agustus 2009
Hadits palsu ttg malaikat jibril menjelang ramadhan
Malaikat jibril Menjelang Ramadhan “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
* Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
* Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.” Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak3 kali.
Inilah hadis yang tidak diketahui kesahihannya!! Memang ada hadis yang mirip dengan hadits yang difowardkan itu namun isinya sangat berbeda. Hadis itu adalah seperti berikut. Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu’anhuma::
أن النبي صلى الله عليه وسلم رَقَى المِنبر فَلما رَقَى الدَّرجة الأُولى قال : ( آمِين ) ثُم رَقى الثَانية فَقال : ( آمِينَ ) ثُم رَقى الثَالثة فَقال : ( آمِينَ ) فقالوا : يا رسول الله سَمعنَاك تَقولُ : ( آمينَ ) ثَلاث مَرات ؟ قال : ( لَما رَقيتُ الدَّرجةَ الأُولى جَاءِني جِبريلُ صلى الله عليه وسلم فَقال : شَقي عَبدٌ أَدركَ رمضانَ فانسَلخَ مِنهُ ولَم يُغفَر لَه فَقلتُ : آمِينَ ، ثُم قَال شَقي عَبدٌ أَدرك والدَيهِ أَو أَحدَهُما فَلم يُدخِلاهُ الجنَّةَ . فَقلتُ : آمينَ . ثُم قَال شَقي عَبدٌ ذُكرتَ عِندهُ ولَم يُصلِ عَليك . فَقلتُ : آمينَ )
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam naik ke atas mimbar kemudian berkata, “Amin, amin, amin”.
Para sahabat bertanya.”Kenapa engkau berkata amin, amin, amin, wahai Rasulullah?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata : ‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka aku berkata : ‘Amin’.
Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi itu tidak memasukkan dia ke syurga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’ “.
Kemudian Jibril berkata lagi.’Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’.” [Dikeluarkan oleh Imam al-Bukhari di dalam Adab al-Mufrad dan dinilai Sahih Lighairihi oleh al-Albani di dalam Sahih Adab al-Mufrad – no: 644]
Para Sahabat sekalipun pernah hidup di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka tidak mengamalkan sikap bermudah-mudahan dalam mennyampaikan hadis selepas kewafatan Rasulullah. Mereka sangat teliti dan berhati-hati, berbeda sekali dengan kita pada hari ini,begitu mudah dan kebanyakan yang menyebarkan hadis itu sendiri tidak sadar bahawa tidak semua hadis itu sahih (authentic) hanya karena ada lafal “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda” atau “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan itu dan ini” terus kita sebarkan siap berserta emoticon senyuman tanpa teliti dan berhati-hati.
Para Sahabat takut menjadi orang yang banyak meriwayatkan hadis karena khawatir mereka terjerumus ke dalam kesilapan dan kesalahan, hingga akhirnya membawa mereka untuk berdusta ke atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, suatu perbuatan yang amat tercela dan mendapat ancaman yang sangat buruk daripada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. [Manna’ Khalil al-Qathan, Mabahats Ulumul Hadis (Cara Mudah Memahami Ilmu-Ilmu Hadis), ms. 66]
Ancaman yang dimaksudkan itu adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار
Barang siapa yang berdusta atasku (yakni atas namaku) dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya (yakni tempat tinggalnya) di neraka. [Sahih Muslim – no: 3]
Sekiranya kita tidak pasti apabila menerima suatu hadis, kita ada tiga pilihan:
[1] Menyelidik dan menyemaknya bagi yang berkemampuan.
[2] Bertanya kepada yang lebih mengetahui terutama mengenai ilmu hadis .
[3] Berdiam diri / tidak menyebarkannya sekiranya tidak mampu melakukan kedua-dua perkara diatas sehinggalah telah jelas hujah bahwa hadis tersebut sahih.
Contohilah sahabat yang begitu berhati-hati dalam meriwayatkan hadis kerana khuatir terjerumus dalam ancaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Ingatlah Firman Allah Subhana wa Ta’ala:
ووَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُول
Dan janganlah engkau mengikut apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya; sesungguhnya pendengaran dan penglihatan serta hati, semua anggota-anggota itu tetap akan ditanya tentang apa yang dilakukannya. [al-Isra’ 17:36]
Minggu, 22 Februari 2009
Kritik gambar2 "Bukti Kebesaran Allah"
Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat di http://al-habib.tripod.com/bantahan/
Berkah Menepati Janji
Contoh Kecil Berkah Menepati Janji Sudah beberapa hari ini putriku yang kedua merengek minta diantar pakai motor. Bibirnya monyong saa...
-
Contoh Kecil Berkah Menepati Janji Sudah beberapa hari ini putriku yang kedua merengek minta diantar pakai motor. Bibirnya monyong saa...
-
Setan atau iblis adalah makhluk yg dikutuk Allah akan menghuni neraka jahannam selamanya. Mungkin kita sering bertanya2, kenapa Allah men...
-
Weekend kemarin saya dapat kesempatan jalan-jalan ke Thailand dari kantor. Sebenarnya agak kurang minat karena sebelum berangkat mesti ad...