Tanggal 29 Oktober 2007 jam 19.15, aku tak akan melupakan saat itu. Kerjaan di kantor belum kelar, lagi 'spanneng' ngerjain laporan harian sama anggaran. Dalam hati ngomel sengomel-ngomelnya, dasar kantor pusat geblek! Masak nyuruh ngerjain anggaran pas akhir bulan, cuma dikasih waktu 4 hari lagi! Tiba-tiba handphone 'second' ku berbunyi. Kulihat sekilas dari istriku. Ada apa telp? Padahal satu setengah jam yang lalu dia habis nelpon. "Halo", kataku pelan. Diseberang sana istriku menjawab "Mas, aku sekarang di RS, pembukaan sembilan. Klo sampean da bisa pulang malam ini, besok aja gpp" klik! tutup. DEG!!!! Jantungku terasa berhenti. Kaget, bingung, dan entah kata-kata apa yang bisa ngungkapin perasaanku waktu itu. Istriku siap melahirkan! Masya Allah...
Masalahnya istriku sekarang di madiun bersama ibunya, sedangkan aku di malang. Perjalanan madiun-malang paling cepat 4 jam.
Padahal jam 17.30 tadi dia masih telp dengan santai, cerita klo barusan pulang kontrol kandungan ke bidan. Tapi sekarang sudah siap melahirkan?!! Pikiranku langsung gelap, laporan harian yang lima menit lagi rampung langsung hilang dari ingatan, aku diam, ga tahu harus ngapain. . Lima detik berikutnya aku bisa nguasai diri, aku gak mungkin bisa kerja dalam kondisi gini. Aku lari ke ruang sebelah, nemuin atasanku bilang ijin mau pulang karena istri melahirkan. Begitu dia bilang oke aku langsung ambil tas, cabut! Turun ke lantai 1 mataku nanar mencari-cari seseorang, ah ketemu. Temen dekatku lagi sibuk di gudang, aku hampiri dan tanpa buang waktu ngomong, "Nda, istriku mau melahirkan, dah pembukaan sembilan. Anterin aku ke terminal gih". Dia kaget sejenak lalu langsung tanggap ke tempat parkir. Cek mobil kantor, ah ternyata bensin pada tipis semua. "Pakai mobilku aja Nda" katanya kemudian. Aku ngikut aja.
Di mobil aku harap-harap cemas, ternyata gini rasanya istri mau melahirkan. Secara logika aku gak perlu terlalu takut karena istriku di RS yang sudah dikenal dan didampingi ayah, ibu, dan kakak-kakaknya. Tapi ternyata tidak ada sedikitpun rasa tenang di hati. Temanku menghibur, mudah-mudahan anakmu 'menunggu' kamu datang. Maksudnya kelahiran anakku setelah aku sampai disana. Aku pesimis, terngiang-ngiang kata-kata istriku tadi, pembukaan sembilan! Berarti tingal satu langkah lagi untuk melahirkan dan itu biasanya cuma butuh waktu kurang dari 1 jam. Nyampe terminal aku langsung lari ke bis terakhir jurusan jombang. Kulihat jam pukul 19.55. Disebelahku ada seorang laki-laki nanya, kujawab sekenanya. Dia bilang bis baru berangkat jam 20.15 trus nambahin klo ke madiun jam segini nyampe sana jam 1 dini hari. Kujawab agak sewot, "Mas aku biasa ke madiun jam segini, dan ga pernah nyampe terminal lebih dari jam 12 malam". Sebenarnya ngapain juga ku tanggapi omongan orang itu, mending diam. Kuambil handphone, telp kakak iparku tanya kondisi istriku. Dia jawab masih di rumah ngambil barang-barang dan bilang istriku pembukaan 3. AKu bingung mana yang benar? Aku berdoa, kubaca ayat-ayat Qur'an sebisaku, sehapalku! Jam 20.15 tepat bis mulai bergerak berangkat. Handphone kembali berdering, muncul suara kaka iparku "Sudah lahir, anakmu perempuan, 3,7 kg. Istrimu sedang dalam perawatan, tapi semua baik-baik saja". Aku diam, setengah menangis, memuji kebesaran Allah, berterima kasih atas rahmatnya. Aku sudah menjadi bapak! Alhamdulillahirobbil'lamiinn.......
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berkah Menepati Janji
Contoh Kecil Berkah Menepati Janji Sudah beberapa hari ini putriku yang kedua merengek minta diantar pakai motor. Bibirnya monyong saa...
-
Contoh Kecil Berkah Menepati Janji Sudah beberapa hari ini putriku yang kedua merengek minta diantar pakai motor. Bibirnya monyong saa...
-
Setan atau iblis adalah makhluk yg dikutuk Allah akan menghuni neraka jahannam selamanya. Mungkin kita sering bertanya2, kenapa Allah men...
-
Weekend kemarin saya dapat kesempatan jalan-jalan ke Thailand dari kantor. Sebenarnya agak kurang minat karena sebelum berangkat mesti ad...
6 komentar:
Selamat mas! Semoga anak-anaknya menjadi putra-putri yang soleh & solehah serta bisa jadi penyejuk mata kedua ortunya.
Btw, kantor samen ndek endi seh? Wong Malang pisan kan?
Subhanallah...3.7 kg....semoga jadi anak yg sholehah dan dapat menjadi penyejuk mata bagi kedua orang tuanya... segera upload photo Dedenya yaaa... ^_^
Fotonya udah tak upload, silahkan liat "Cahaya Mataku...". Mbak Nina, saya jg di malang satu kantor sama yosy di
alhamdulillah.......selamaaattt..........!!!!!!!!
lha iya ... padahal sebelumnya barusan liat diruangan, ga da 5 menit dah ilang ...
waktu tanya2, kata gudir "anak e wis lahir" ... alhamdulillah ...
Alhamdulillah...jadi terharu...ikut deg-degan juga hehehe...
Posting Komentar